MAKNA TUTURAN HASE HAWAKA PADA MASYARAKAT DESA ALAS KOTABIRU KECAMATAN KOBALIMA TIMUR KABUPATEN MALAKA
Main Article Content
Abstract
Tuturan Hase Hawaka merupakan salah satu bentuk tuturan adat yang hidup dan diwariskan secara turun-temurun dalam masyarakat penuturnya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna yang terkandung dalam tuturan Hase Hawaka serta fungsi maknanya dalam kehidupan sosial dan budaya masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data penelitian berupa tuturan Hase Hawaka yang diperoleh melalui teknik observasi, wawancara, dan pencatatan, kemudian dianalisis dengan menggunakan pendekatan semantik budaya dan pragmatik.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tuturan Hase Hawaka mengandung beberapa makna utama, yaitu makna religius, makna sosial, makna moral dan makna kultural. Makna religius tercermin melalui tuturan yang memanggil, menghadirkan dan memohon perhatian serta kesadaran leluhur sebagai kekuatan spiritual. Makna sosial tampak dalam penegasan kebersamaan, persatuan, dan kesetaraan seluruh anggota masyarakat. Makna moral berfungsi sebagai pengendalian sosial yang mengarahkan masyarakat untuk bersikap jujur, bertanggung jawab, dan taat pada norma adat. Sementara itu, makna kultural dan simbolik tercermin melalui penggunaan unsur alam sebagai representasi pandangan kosmologis masyarakat yang memandang manusia, alam, dan leluhur sebagai satu kesatuan yang harmonis.
Dengan demikian, tuturan Hase Hawaka tidak hanya berfungsi sebagai ungkapan ritual adat, tetapi juga sebagai sarana pewarisan nilai-nilai budaya dan identitas masyarakat penuturnya. Keberadaan tuturan ini menunjukkan pentingnya bahasa adat sebagai media pembentuk dan penjaga kearifan lokal.