MAKNA TUTURAN ADAT “TANON” PADA MASYARAKAT DESA JAK, KECAMATAN MIOMAFFO TIMUR, KABUPATEN TIMOR TENGAH UTARA

Main Article Content

Oryenes Boimau

Abstract

Tuturan Tanon (Ucapan Tanon) adalah tahapan dalam siklus pertanian yang sangat menggembirakan bagi masyarakat Atoni Pah Meto (masyarakat Dawan), khususnya bagi masyarakat Desa Jak di Kecamatan Miomafo Timur, Kabupaten Timor Tengah Utara. Pada tahapan ini, masyarakat akhirnya dapat menikmati buah dari kerja keras yang telah mereka lakukan selama berbulan-bulan, dimulai dari awal musim kemarau dengan kegiatan Tafek nono hau ana (penyiapan lahan) hingga tiba saatnya mereka memetik atau memanen hasil panen.


Fokus penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan makna yang terkandung dalam tuturan Tanon. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Sumber data untuk penelitian ini adalah para tetua adat dan tokoh masyarakat setempat. Untuk memperoleh data, digunakan metode seperti observasi, wawancara, pencatatan, dan teknik perekaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna yang terkandung dalam tuturan Tanon adalah makna kebersamaan, makna budaya, makna permohonan, dan makna kepatuhan.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

Section

JISHARA

How to Cite

MAKNA TUTURAN ADAT “TANON” PADA MASYARAKAT DESA JAK, KECAMATAN MIOMAFFO TIMUR, KABUPATEN TIMOR TENGAH UTARA. (2026). Jurnal Ilmu Sosial Dan Humaniora Aryasatya, 2(3), 1-9. https://unadri.com/jishara/article/view/28