PENGARUH RASIO DESENTRALISASI TERHADAP INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA DI KABUPATEN/KOTA SE-PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR
Main Article Content
Abstract
Tujuan diadakan penelitian ini untuk mengetahui Pengaruh Rasio Desentralisasi Terhadap Indeks Pembangunan Manusia Di Kabupaten/Kota Se-Provinsi Nusa Tenggara Timur. Mengetahui signifikansi rasio desentralisasi terhadap indeks pembangunan manusia. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, sampel yang dalam penelitian ini adalah 22 Kabupaten/Kota Se-Provinsi Nusa Tenggara Timur dengan menggunakan Laporan Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah sejak tahun 2017-2021. Pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi dan analisis statistik deskriptif serta inferensial dengan aplikasi Eviews 9.
Hasil analisis deskriptif menunjukan bahwa 22 Kabupaten/Kota Se- Provinsi Nusa Tenggara Timur, sudah memenuhi kriteria karena seluruh data laporan raealisasi APBD telah lolos uji asumsi klasik normalitas yang mana hasil pengujian menunjukan bahwa seluruh data terdistribusi normal, pada uji asumsi klasik multikolinearitas hasil pengujian menunjukan seluruh data dalam penelitian ini tidak mengalami masalah multikolinearitas, begitu juga dengan uji asumsi klasik heterokedastisitas hasil pengujian menunjukan bahwa seluruh data penelitian tidak mengalami masalah heterokedastisitas, dan pada uji asumsi klasik autokorelasi hasil pengujian menunjukan bahwa seluruh data dalam penelitian ini tidak terjadi autokorelasi.
Hasil analisis inferensial secara parsial menunjukan Rasio Desentralisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap Indeks Pembangunan Manusia. Nilai R Square menunjukan bahwa kontribusi Rasio Desentralisasi berpengaruh terhadap indeks pembangunan manusia sebesar 91%, sedangkan sisanya 9% dipengaruhi oleh variabel lain diluar model yang diteliti.